PESAN SINGKAT PENGGOYAH MASYARAKAT
(Perkembangan Teknologi dan Dampak Sosial di Masyarakat)
by: Anggita Miftah Hairani *
Perubahan merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan zaman, perubahan teknologi menjadi semakin kentara. Perubahan teknologi yang terjadi memberikan dampak yang tidak sedikit bagi perubahan sosial di dalam masyarakat. Bahkan tidak dapat dielakkan, perkembangan teknologi yang terjadi mampu menggeser nilai-nilai sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Membicarakan teknologi, tentu tidak akan lepas dari beragam perangkat dan piranti canggih yang bekerja secara magic dan memberikan manusia kemudahan melakukan banyak hal.
Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal -balik antara manusia dan teknologi, sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial, politik, dan kultural. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi wacana menarik sekaligus penting. Menarik karena kompleksitasnya. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. Dalam pembahasan kali ini, penulis akan mengangkat tentang dampak teknologi SMS (Short Message Service) terhadap perubahan nilai yang terjadi di masyarakat.
Sejarah Singkat SMS
Tanpa kita sadari ternyata SMS sebagai salah satu teknologi yang lahir di dunia seluler berkembang sangat pesat dari sebuah fitur yang tidak dianggap sama sekali keberadaannya oleh penyelenggara jasa layanan seluler hingga sekarang menjadi salah satu tonggak utama penghasilan penyelenggara layanan jasa seluler (service provider).
Short Message Service (disingkat SMS) atau layanan pesan singkat adalah sebuah layanan yang dilaksanakan dengan sebuah telepon genggam untuk mengirim atau menerima pesan-pesan pendek. Pada mulanya SMS dirancang sebagai bagian dari GSM, tetapi sekarang sudah didapatkan pada jaringan bergerak lainnya termasuk jaringan UMTS.
Sebuah pesan SMS maksimal terdiri dari 140 bytes, dengan kata lain sebuah pesan bisa memuat 140 karakter 8-bit, 160 karakter 7-bit atau 70 karakter 16-bit untuk bahasa Jepang, China dan Korea yang memakai aksara Kanji. Selain 140 bytes ini ada data-data lain yang termasuk. Adapula beberapa metode untuk mengirim pesan yang lebih dari 140 bytes, tetapi seorang pengguna harus membayar lebih dari sekali. SMS bisa pula untuk mengirim gambar, suara dan film. SMS bentuk ini disebut MMS.
Sebagai pengguna jasa layanan seluler (user), kita mungkin tidak pernah akan menyadari betapa penting artinya teknologi yang bernama SMS ini dalam kehidupan berkomunikasi kalau service provider tidak pernah berani mengeluarkan fitur ini ke user pada saat teknologi ini mulai tersedia di Indonesia sekitar tahun 1997. Dalam konsep pemasaran, produsen menciptakan kebutuhan bagi konsumen. Produsen mampu mencari peluang dan mengembangkan peluang tersebut menjadi keuntungan. Penciptaan kebutuhan baru ke pasar ini tentu saja didasari pada beragam riset khalayak. Begitu pula dalam perkembangan teknologi, teknologi itu tidak akan pernah mengerti kita sebagai user, kecuali karena satu hal, yaitu adanya mediator yang inovatif. Mediator yang coba mengerti potensi apa yang dimiliki teknologi untuk dapat membantu mempermudah hidup kita. Mediator yang coba mengerti apa sebenarnya maunya user, dan mencoba menemukan titik temu. Mediator memainkan peranan sentralnya mempertemukan kita sebagai user dengan teknologi, membangun pemahaman kita atas manfaat teknologi untuk kita
Berikut ini merupakan contoh-contoh pengaruh SMS yang semakin marak di kalangan masyarakat. Fakta-fakta ini sangat menarik karena disadari atau tidak ternyata SMS memang membawa perubahan pola tertentu di dalam masyarakat Indonesia. Dalam hal frekuensi mengirim SMS, 35 % responden melakukan antara 5-10 kali, 51 % lainnya melakukan antara 11-20 kali, dan bahkan 14 % dari mereka melakukan aktivitas pengiriman SMS lebih dari 20 kali sehari.
Yang lebih mencengangkan lagi adalah temuan Siemens Lifestyle Survey di enam negara Asia Tenggara pada remaja usia 15-19 tahun dan pasca remaja pada golongan usia 20-29 tahun. Di Indonesia 79 % penduduk sangat merasa kehilangan ketika ponsel mereka tidak ada di sekitarnya, 40 % orang Indonesia jantungnya berdebar lebih cepat ketika mendengar dering SMS, dan yang lebih menarik lagi 58 % orang Indonesia lebih suka mengirim dan membaca SMS daripada membaca buku (Kompas, 17 April 2003).
Perkembangan SMS dan Perubahan dalam Tatanan Sosial
Perkembangan teknologi SMS memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk saling bertukar pesan dengan harga yang relatif murah. Di zaman perang harga seperti saat ini, para operator telepon selular berlomba-lomba memberikan harga termurah dan memberikan fasilitas pelayanan pengiriman SMS yang semakin dapat diandalkan dalam tempo pengiriman yang sesingkat-singkatnya. Bahkan berdasarkan data riset di atas, prosentase masyarakat yang memilih menggunakan fitur SMS semakin banyak dibandingkan fitur lainnya. Hal ini dikarenakan teknologi SMS sangat mudah untuk dipelajari dan harga yang relatif murah semakin menstimulus maraknya penggunaan SMS. Mari kita lihat realitas yang terjadi di masyarakat saat ini, pada bulan Ramadhan, Hari Raya Lebaran dan juga hari-hari besar lainnya penggunaan fitur SMS meningkat ratusan persen. Fitur SMS memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk mengirimkan pesan lebaran, ucapan maaf dan beragam hal tanpa harus bertatap muka dengan lawan bicaranya. Kemudahan yang menjadikan fitur SMS ini menjadi sangat populer di masyarakat.
Kemudahan ini ternyata juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap nilai-nilai sosial masyarakat. Teknologi dianggap berfungsi untuk meniadakan jarak, karena dengan teknologi yang semakin maju, manusia dapat melakukan banyak hal tanpa perlu beranjak dari tempatnya. Tetapi pernyataan ini tidak sepenuhnya benar, karena teknologi ternyata malah menciptakan jarak dan menghilangkan relasi-relasi interpersonal yang sebelumnya sangat melekat dalam kehidupan sosial masyarakat. Orang akan lebih memilih untuk mengirimkan SMS dibandingkan bersilaturahmi ke rumah saudara ataupun rekan-rekan mereka. Dalam waktu yang singkat, ratusan SMS dapat muncul di layar handphone saudara ataupun rekan mereka. Tentunya ini sangat menghemat waktu, biaya, dan juga tenaga yang harus dikeluarkan. Ini merupakan indikator awal masyarakat menjadi lebih individualis dan self-centered.
Hal inilah yang dianggap mengganggu tatanan sosial dalam masyarakat karena ikatan emosional di kalangan masyarakat menjadi semakin longgar. Ikatan yang longgar ini menjadikan masyarakat lebih tak acuh terhadap kondisi yang lain. Hal ini mengganggu interaksi dan mengganggu kesatuan masyarakat. Sehingga, tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat menjadi sulit tercapai. Inilah mengapa dapat dikatakan bahwa perkembangan SMS sedikit banyak mempengaruhi perubahan dalam tatanan sosial masyarakat, walaupun di sisi lain banyak pula hal-hal positif yang didapat dari keberadaan fitur SMS.
DAFTAR PUSTAKA
Amir, Sulfikar. 2006. “Membuka Kotak Hitam Teknologi.” Diakses tanggal 3 November 2006. www.kompas.com
Hertadi, Mujaya. 2006. “SMS Pesan Sampah”. Diakses tanggal 3 November 2006. http://www.mail.archieve.com/smsmania%40yahoogroups.com.
NN. 2006. SMS. Diakses tanggal 3 November 2006. http://id.wikipedia.org/wiki/sms
Zulkarnaen. 2006. “Optimalisasi Peran Industri Selular dalam Proses Pembelajaran Siswa SMA”. Diakses tanggal 3 November 2006. http://www.zulkarnaensl.blogspot.com.
Posted in Techno_News | No Comments »
