Feed on
Posts
comments

PESAN SINGKAT PENGGOYAH MASYARAKAT
(Perkembangan Teknologi dan Dampak Sosial di Masyarakat)
by: Anggita Miftah Hairani *

Perubahan merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan zaman, perubahan teknologi menjadi semakin kentara. Perubahan teknologi yang terjadi memberikan dampak yang tidak sedikit bagi perubahan sosial di dalam masyarakat. Bahkan tidak dapat dielakkan, perkembangan teknologi yang terjadi mampu menggeser nilai-nilai sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Membicarakan teknologi, tentu tidak akan lepas dari beragam perangkat dan piranti canggih yang bekerja secara magic dan memberikan manusia kemudahan melakukan banyak hal.
Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal -balik antara manusia dan teknologi, sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial, politik, dan kultural. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi wacana menarik sekaligus penting. Menarik karena kompleksitasnya. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. Dalam pembahasan kali ini, penulis akan mengangkat tentang dampak teknologi SMS (Short Message Service) terhadap perubahan nilai yang terjadi di masyarakat.

Sejarah Singkat SMS
Tanpa kita sadari ternyata SMS sebagai salah satu teknologi yang lahir di dunia seluler berkembang sangat pesat dari sebuah fitur yang tidak dianggap sama sekali keberadaannya oleh penyelenggara jasa layanan seluler hingga sekarang menjadi salah satu tonggak utama penghasilan penyelenggara layanan jasa seluler (service provider).
Short Message Service (disingkat SMS) atau layanan pesan singkat adalah sebuah layanan yang dilaksanakan dengan sebuah telepon genggam untuk mengirim atau menerima pesan-pesan pendek. Pada mulanya SMS dirancang sebagai bagian dari GSM, tetapi sekarang sudah didapatkan pada jaringan bergerak lainnya termasuk jaringan UMTS.
Sebuah pesan SMS maksimal terdiri dari 140 bytes, dengan kata lain sebuah pesan bisa memuat 140 karakter 8-bit, 160 karakter 7-bit atau 70 karakter 16-bit untuk bahasa Jepang, China dan Korea yang memakai aksara Kanji. Selain 140 bytes ini ada data-data lain yang termasuk. Adapula beberapa metode untuk mengirim pesan yang lebih dari 140 bytes, tetapi seorang pengguna harus membayar lebih dari sekali. SMS bisa pula untuk mengirim gambar, suara dan film. SMS bentuk ini disebut MMS.
Sebagai pengguna jasa layanan seluler (user), kita mungkin tidak pernah akan menyadari betapa penting artinya teknologi yang bernama SMS ini dalam kehidupan berkomunikasi kalau service provider tidak pernah berani mengeluarkan fitur ini ke user pada saat teknologi ini mulai tersedia di Indonesia sekitar tahun 1997. Dalam konsep pemasaran, produsen menciptakan kebutuhan bagi konsumen. Produsen mampu mencari peluang dan mengembangkan peluang tersebut menjadi keuntungan. Penciptaan kebutuhan baru ke pasar ini tentu saja didasari pada beragam riset khalayak. Begitu pula dalam perkembangan teknologi, teknologi itu tidak akan pernah mengerti kita sebagai user, kecuali karena satu hal, yaitu adanya mediator yang inovatif. Mediator yang coba mengerti potensi apa yang dimiliki teknologi untuk dapat membantu mempermudah hidup kita. Mediator yang coba mengerti apa sebenarnya maunya user, dan mencoba menemukan titik temu. Mediator memainkan peranan sentralnya mempertemukan kita sebagai user dengan teknologi, membangun pemahaman kita atas manfaat teknologi untuk kita
Berikut ini merupakan contoh-contoh pengaruh SMS yang semakin marak di kalangan masyarakat. Fakta-fakta ini sangat menarik karena disadari atau tidak ternyata SMS memang membawa perubahan pola tertentu di dalam masyarakat Indonesia. Dalam hal frekuensi mengirim SMS, 35 % responden melakukan antara 5-10 kali, 51 % lainnya melakukan antara 11-20 kali, dan bahkan 14 % dari mereka melakukan aktivitas pengiriman SMS lebih dari 20 kali sehari.
Yang lebih mencengangkan lagi adalah temuan Siemens Lifestyle Survey di enam negara Asia Tenggara pada remaja usia 15-19 tahun dan pasca remaja pada golongan usia 20-29 tahun. Di Indonesia 79 % penduduk sangat merasa kehilangan ketika ponsel mereka tidak ada di sekitarnya, 40 % orang Indonesia jantungnya berdebar lebih cepat ketika mendengar dering SMS, dan yang lebih menarik lagi 58 % orang Indonesia lebih suka mengirim dan membaca SMS daripada membaca buku (Kompas, 17 April 2003).

Perkembangan SMS dan Perubahan dalam Tatanan Sosial
Perkembangan teknologi SMS memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk saling bertukar pesan dengan harga yang relatif murah. Di zaman perang harga seperti saat ini, para operator telepon selular berlomba-lomba memberikan harga termurah dan memberikan fasilitas pelayanan pengiriman SMS yang semakin dapat diandalkan dalam tempo pengiriman yang sesingkat-singkatnya. Bahkan berdasarkan data riset di atas, prosentase masyarakat yang memilih menggunakan fitur SMS semakin banyak dibandingkan fitur lainnya. Hal ini dikarenakan teknologi SMS sangat mudah untuk dipelajari dan harga yang relatif murah semakin menstimulus maraknya penggunaan SMS. Mari kita lihat realitas yang terjadi di masyarakat saat ini, pada bulan Ramadhan, Hari Raya Lebaran dan juga hari-hari besar lainnya penggunaan fitur SMS meningkat ratusan persen. Fitur SMS memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk mengirimkan pesan lebaran, ucapan maaf dan beragam hal tanpa harus bertatap muka dengan lawan bicaranya. Kemudahan yang menjadikan fitur SMS ini menjadi sangat populer di masyarakat.
Kemudahan ini ternyata juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap nilai-nilai sosial masyarakat. Teknologi dianggap berfungsi untuk meniadakan jarak, karena dengan teknologi yang semakin maju, manusia dapat melakukan banyak hal tanpa perlu beranjak dari tempatnya. Tetapi pernyataan ini tidak sepenuhnya benar, karena teknologi ternyata malah menciptakan jarak dan menghilangkan relasi-relasi interpersonal yang sebelumnya sangat melekat dalam kehidupan sosial masyarakat. Orang akan lebih memilih untuk mengirimkan SMS dibandingkan bersilaturahmi ke rumah saudara ataupun rekan-rekan mereka. Dalam waktu yang singkat, ratusan SMS dapat muncul di layar handphone saudara ataupun rekan mereka. Tentunya ini sangat menghemat waktu, biaya, dan juga tenaga yang harus dikeluarkan. Ini merupakan indikator awal masyarakat menjadi lebih individualis dan self-centered.
Hal inilah yang dianggap mengganggu tatanan sosial dalam masyarakat karena ikatan emosional di kalangan masyarakat menjadi semakin longgar. Ikatan yang longgar ini menjadikan masyarakat lebih tak acuh terhadap kondisi yang lain. Hal ini mengganggu interaksi dan mengganggu kesatuan masyarakat. Sehingga, tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat menjadi sulit tercapai. Inilah mengapa dapat dikatakan bahwa perkembangan SMS sedikit banyak mempengaruhi perubahan dalam tatanan sosial masyarakat, walaupun di sisi lain banyak pula hal-hal positif yang didapat dari keberadaan fitur SMS.

DAFTAR PUSTAKA

Amir, Sulfikar. 2006. “Membuka Kotak Hitam Teknologi.” Diakses tanggal 3 November 2006. www.kompas.com

Hertadi, Mujaya. 2006. “SMS Pesan Sampah”. Diakses tanggal 3 November 2006. http://www.mail.archieve.com/smsmania%40yahoogroups.com.

NN. 2006. SMS. Diakses tanggal 3 November 2006. http://id.wikipedia.org/wiki/sms

Zulkarnaen. 2006. “Optimalisasi Peran Industri Selular dalam Proses Pembelajaran Siswa SMA”. Diakses tanggal 3 November 2006. http://www.zulkarnaensl.blogspot.com.

Teknologi Nano, Teknologi Informatika, Teknologi Genome & Dampak Sosial-budaya

Dipublikasi pada Tuesday, 31 May 2005

Selama beberapa ratus tahun ilmu fisika didominasi oleh teori Newton yang menyatakan bahwa setiap zat terdiri dari molekul dan atom serta inti atom yang masif. Makin masif sel atom suatu zat, makin padat zat itu. Sehingga terjadilah variasi kepadatan zat-zat, mulai dari gas, cairan sampai benda padat. Termasuk dalam benda padat adalah benda-benda yang sangat keras seperti batu dan karang yang sulit untuk di pecah-pecah, apalagi diuraikan seperti zat cair atau gas.
Revolusi IPTEK

Tetapi dalam beberapa puluh tahun terakhir ini, terjadi revolusi dalam ilmu fisika, yaitu dengan ditemukannya fisika kwantum, yang menyatakan bahwa inti atom dapat diuraikan dan diuraikan lagi, sehingga akhirnya hanya terdiri dari kumpulan energi yang dinamis saja. Kata teori ini, inti atom berbanding atomnya sendiri adalah bagaikan sebiji anggur berbanding seluruh dunia. Maka dengan paradigma fisika kwantum ini, benda yang sepadat apapun dapat diuraikan jika kita bisa menguraikan inti atom tersebut.

Salah satu dampak dari revolusi dalam ilmu fisika ini adalah berkembangnya teknologi Nano, yaitu suatu teknologi yang mampu memperkecil atom menjadi 1/50.000 dari yang asli. Maka benda-benda apa pun dapat dibuat sangat kecil, termasuk benda-benda padat, sehingga hari ini kita dapat membuat elemen-elemen teknologi canggih seperti micro-chips dalam ukuran yang sangat kecil dan alat-alat berteknologi sangat canggih pun bisa dibuat berukuran sangat kecil seperti telepon seluler, komputer, pesawat TV, radio dan alat-alat kedokteran.

Dampak lain dari ditemukannya fisika kwantum adalah dimungkinkannya pengembangan teknologi transformasi dari rangsang-rangsang optik, menjadi impuls-impuls digital yang bisa dikirimkan melalui saluran telekomunikasi dan/atau gelombang-gelombang radio, sehingga gambar, dokumen dan sebagainya bisa dikirimkan ke seluruh dunia melalui satelit dalam hitungan detik dengan harga yang sangat murah (fax, internet) yang merupakan pemicu dari revolusi berikutnya, yaitu dalam bidang teknologi informasi. Di masa yang akan datang, bukannya tidak mungkin yang dikirimkan adalah benda-benda paket, bahkan juga manusia.

Selanjutnya, dalam bidang ilmu kedokteran, dengan adanya kecanggihan alat-alat kedokteran yang super mini, yang didukung oleh teknologi nano, dapat dikembangkan teknologi kedokteran yang mampu melakukan diagnosis dan/atau terapi berbagai penyakit yang semula hanya dapat dilakukan dengan teknik yang berisiko tinggi, seperti pembedahan, kemo terapi dsb.

Berbicara tentang ilmu kedokteran, di samping pengaruh luar biasa dari teknologi nano tersebut di atas, ilmu yang satu ini juga dipengaruhi oleh revolusi dalam ilmu biologi, yaitu ditemukannya teknologi genome. Teknologi genome berawal dari kemajuan yang sangat pesat dalam ilmu tentang gen, sehingga manusia akhirnya bisa mengintervensi proses terjadinya dan pertumbuhan gen.

Awalnya teknologi genome hanya bisa digunakan dalam bidang pertanian, yaitu untuk pencangkokan bibit unggul sayuran dan buah-buahan. Tetapi lama ke lamaan teknologi ini berkembang ke bidang peternakan. Untuk mengembangkan ternak-ternak unggul, sampai akhirnya ditemukan teknologi kloning, yaitu penciptaan hewan (domba) hanya dari satu sel DNA hewan itu. Dalam ilmu kedokteran, teknologi ini sudah mulai diterapkan dalam kasus-kasus pencangkokan organ tubuh dan proses reproduksi bayi melalui tabung-tabung di laboratorium (dikenal dengan istilah: bayi tabung), dan bukannya tidak mungkin pada suatu saat kloning pun akan dilakukan pada manusia.

Dampak Sosial Budaya

Sudah barang tentu ketiga revolusi Iptek tersebut di atas sangat berpengaruh pada perilaku manusia pada khususnya dan norma-norma sosial budaya pada umumnya.

Fasilitas sms (short massage service) pada telepon seluler, misalnya, sangat berpengaruh pada menurunnya jumlah pengiriman pos kartu ucapan selamat lebaran dan natal. Fasilitas internet memungkinkan majalah Newsweek dari AS dibaca pada hari yang sama di Asia, dan koran KOMPAS dari Jakarta, terbit bersamaan dengan versi-versi daerahnya.

Di masa depan, ketika tubuh manusia sudah bisa ditransformasikan menjadi gelombang digital dan dikirim melalui gelombang radio, jalur Pantura otomatis akan kosong dari kendaraan mudik, karena para pemudik memilih menggunakan sarana transformasi tersebut. Demikian pula kapal udara dan kapal laut akan kehilangan penumpang.

Di bidang kedokteran, teknologi genome memungkinkan perencanaan keluarga (pembatasan dan penjarangan kelahiran, maupun pengobatan kemandulan) dan teknologi nano memungkinkan disembuhkannya penyakit-penyakit yang selama ini sering berakhir dengan kematian.

Di sisi lain, revolusi Iptek tersebut juga menimbulkan persoalan-persoalan baru, khususnya yang menyangkut norma sosial dan budaya. Teknologi informasi yang canggih, misalnya memungkinkan anak-anak bisa mengakses pornografi melalui internet, atau massa yang buta politik membuka situs-situs yang berisi hasutan dan provokasi tanpa bisa disensor sama sekali.

Teknologi kloning manusia akan memicu permasalahan baru dalam etika, karena orang akan mempertanyakan sejauh mana teknologi ini bisa memberikan kemashlahatan bagi umat, atau justru lebih banyak kerugiannya. Demikian pula teknologi genome menyebabkan lembaga perkawinan makin tidak diperlukan untuk melindungi proses reproduksi manusia, sehingga hubungan seks ekstra dan pra-marital akan bertambah banyak. Sedangkan teknologi genome lainnya menyebabkan manusia makin berumur panjang sehingga timbul permasalahan yang menyangkut orang-orang lanjut usia yang jumlahnya makin lama makin banyak. Bahkan untuk permasalahan yang satu ini, ilmu pengetahuan sudah mengembangkan suatu cabang ilmu baru yang dinamakan "gerontologi" (ilmu tentang orang-orang usia lanjut).

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa umat manusia sedang berada di tengah revolusi Iptek yang dahsyat dan berlangsung dengan sangat cepat. Banyak di antara anggota masyarakat yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan itu, sehingga makin banyak orang yang stress, atau berusaha mencari jalan pintas, baik melalui penyalahgunaan narkoba, agresivitas (konflik etnik, agama), KKN, maupun penyimpangan agama seperti yang terjadi pada sekte "kiamat" di Bandung baru-baru ini.

Masalah norma dan etika akan menghadapi tantangan sangat besar, dan hanya manusia-manusia yang cerdas dan sekaligus bermoral tinggilah yang akan unggul dalam revolusi ini. Di sinilah pelunya pengembangan ilmu psikologi, di atas perkembangan ilmu dan tekonologi yang maha dahsyat itu.

Depok, 3 Januari 2005

sumber : Prof. Dr. Sarlito Personal SIte

http://www.psikologiums.net/modules.php?name=News&file=article&sid=53

"Sosio-teknologi" adalah bidang kajian baru yang berusaha melihat pengaruh evolusi teknologi dalam kehidupan sosial. Bersamaan dengan lahirnya postmodernisme, orang mulai meninggalkan pembagian Aristotelian dalam disiplin ilmu, contohnya dengan lahirnya kajian kompleksitas, teori pattern language dalam arsitektur dan lain-lainnya.

"Sosio-teknologi" kira-kira lahir dalam lingkungan semangat demikian, di samping bahwa ada keprihatinan langsung atas ‘liarnya’ perkembangan teknologi yang sering menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan moralitas dan kehidupan sosial

Sosio-teknologi memiliki relevansi khusus di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan banyak negara lainnya.

Sosioteknologi adalah keilmuan yang merupakan relasi daripada keilmuan sosial (social sciences) dengan teknologi (engineering). Teknologi dilihat dari berbagai perpektif, namun intinya adalah berusaha kritis terhadap keberadaan teknologi yang biasanya dipandang deterministik-positivistik, khususnya di negara-negara yang "sepertinya" menjadi konsumen abadi dari teknologi seperti Indonesia. Dalam keilmuan ini, teknologi dipandang sebagai sebuah produk budaya yang tidak netral, tidak bebas nilai. Teknologi merupakan ungkapan suatu kebudayaan tertentu dimana teknologi itu lahir. Di dalam produk teknologi itu embedded nilai-nilai, budaya, mistis, moralitas, hingga kepada pola kerja, pola perilaku maupun pola produksi. Maka dari itu, dalam transfer teknologi, pilihan-pilihan teknologi yang dilakukan harus mempertimbangkan sangat banyak faktor, terutama dampak-dampak dari keberadaa barang asing tersebut di lingkungan barunya. Sebuah film yang sangat baik mengilustrasikan tentang ranah garapan keilmuan ini adalah film "God Must Be Crazy".

ITB khabarnya sekarang sedang berusaha mendirikan jurusan baru ini di bawah Departemen Sosioteknologi, namun masih dalam tahap "TETAP BERJUANG". Semoga dapat segera terealisasikan, khususnya untuk membuat keseimbangan dalam watak ITB yang biasanya terlalu Engineer dan terlalu Scientism.

http://72.14.235.104/search?q=cache:NY4oCeVpL38J:neovox.cortland.edu/archives/2004/12/trust_me_all_po.html+ban+negative+advertising%2B2006&hl=id&gl=id&ct=clnk&cd=6

Bertabur Komputer Pasir

by:Wuragil

Kelak ribuan komputer beruk uran butiran pasir, bekerja seperti dalam dunia semut, bersama membangun sebuah superkomputer. Bill Clinton, bekas Presiden Amerika itu, pekan lalu merasakan sesak di dadanya dan napasnya menjadi pendek. Di rumah sakit, dokter yang memeriksanya menemukan adanya empat titik penyempitan di arterinya. Jika tak dioperasi, besar kemungkinan Clinton mendapat serangan jantung di kemudian hari. Dokter merekomendasikan suatu operasi bypass mengingat kebiasaan merokok Clinton dan riwayat penyakit jantung di keluarganya. Orang seperti Clinton termasuk yang berisiko tinggi terserang penyakit jantung. Sepatutnya mereka rajin memeriksakan kesehatan. Tetapi, kelak, orang-orang ini tak harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan yang biasa dilakukan untuk mengetahui prospek kesehatan jantungnya. Soalnya, semua informasi yang mereka butuhkan dapat diperoleh secara lebih praktis tanpa harus datang ke klinik. Ya, bayangkan di bagian dada mereka ditempelkan sejumlah komputer liliput seukuran butiran pasir. Komputer-komputer mini itu akan saling bekerja sama dan berkomunikasi. Secara bersama, butiran-butiran komputer itu akan membangun sebuah superkomputer yang dapat merasakan dan beraksi ketika detak jantung orang yang diawasinya itu mulai menyimpang dari semestinya. Lalu, secara otomatis mengirim pesan SOS melalui telepon seluler ke dokter pribadi. Memang, saat ini sistem itu masih berupa mimpi di benak dua tim berbeda, di Skotlandia dan Amerika Serikat. Namun, secara terpisah, mereka sedang mengembangkan proyek untuk mewujudkan ide yang mengubah debu yang banyak menempel pada permukaan benda-benda menjadi peranti keras yang cerdas dan terkoneksi dengan komputer atau internet. Mudahnya, bayangkan ribuan komputer mini–tidak lebih besar ketimbang butiran pasir–bertebaran di mobil, pakaian, atau bahkan di tangan kita. Sebuah konsorsium peneliti yang terdiri atas lima universitas di Skotlandia sedang merancangnya. Mereka menyebut teknologi itu dengan Speckled Computing. D.K. Arvind, direktur konsorsium, yang juga pengajar di University of Edinburgh, mengungkapkan bahwa dana sejumlah US$ 6,7 juta telah mereka terima dari berbagai perusahaan besar seperti Sun Microsystems, Motorola, dan Agilent, untuk mengembangkan penelitian tersebut. Arvind juga berkunjung ke Singapura untuk mendiskusikan proyek itu dengan kalangan industri mikroelektronik dan nirkabel di negeri itu. "Kami sedang menjajaki," kata dia. Komputer-komputer mini Speckled Computing akan berwujud sebuah tabung semikonduktor berukuran satu milimeter kubik–seukuran butiran pasir. Tabung itu dilengkapi sebuah mikroprosesor yang sama seperti chip-chip yang ada pada komputer, ditambah kemampuan sensor dan komunikasi. Arvind menerangkan, sebuah komputer mini memang tidak mampu bekerja banyak sendirian. Tetapi, dengan mengkombinasikannya secara bersama membentuk jaringan komputer yang memiliki fungsi komputer yang lebih besar ketimbang prosesor Pentium yang ada di komputer meja biasa. "Seperti dalam dunia semut saja, secara bersama mereka jauh lebih kuat," kata Arvind. Koloni dari perangkat mini itu dapat tersambung dengan komputer lain atau dengan internet sehingga aksi-aksi yang diperlukan ketika ada perubahan yang terjadi dapat direalisasikan. Tim lainnya di Amerika, tepatnya di University of California di Berkeley, merancang teknologi serupa yang terdiri dari ribuan sensor berukuran butiran pasir dinamai Smart Dust. Salah satu aplikasi yang telah dicobakan tim di Berkeley untuk mendeteksi cahaya dan suhu. Laboratorium Penelitian Intel di kota yang sama bahkan telah mendemonstrasikan jaringan 800 sensor noda berukuran 1 inci persegi pada Agustus 2001. Tetapi, Arvind menegaskan, jenis yang akan dikembangkan kelompoknya akan memiliki kemampuan komputasi dan jaringan terprogram yang lebih baik ketimbang milik Intel. "Debu yang cerdas adalah sebuah jaringan sensor yang sangat penting. Dengan setiap butirannya yang dapat diprogram, Anda dapat mengerjakan komputasi in situ," kata dia sambil menambahkan, dapat men-download sebuah program ke dalamnya. Kuncinya adalah kemampuan untuk terprogram. "Anda ingin memprogram dan mengubah fungsionalitas dari butiran (komputer), Anda dapat melakukannya jika memang memiliki kemampuan untuk terprogram (di dalamnya)," ujarnya. Selain untuk kesehatan (mendeteksi detak jantung), komputer-komputer mini itu juga dapat ditebarkan di dasar bagian dalam sebuah cangkir kopi di kafe-kafe. Tujuannya untuk menginformasikan kapan kopi akan mendingin atau hampir habis. Informasi akan tersambung ke komputer kafe sehingga pelayan bar dapat datang untuk menambahkan isi kopi ke cangkir yang hampir habis itu tanpa diberi tahu si empunya cangkir. Industri otomotif sangat tertarik untuk menerapkan teknologi ini dalam bidang keselamatan yang sangat penting bagi para pembeli mereka. Sebagai contoh, kantong-kantong udara yang ada saat ini sangatlah besar, didesain untuk ukuran orang dewasa sehingga sangat fatal bagi seorang bocah karena dapat tercekik oleh tekanannya yang tidak sesuai. Tetapi, beberapa butiran pintar di atas jok dapat mengetahui seberapa berat atau besar penumpang yang mendudukinya. Kantong udara lalu dapat dibuat bekerja menurut ukuran penumpang bersangkutan. Militer Amerika juga melirik teknologi ini: Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) telah menggelontorkan dana untuk sejumlah aspek dari Smart Dust. Mereka tertarik untuk membuktikan apakah debu-debu pintar itu dapat digunakan, misalnya, untuk mengawasi secara diam-diam dalam sebuah situasi kekerasan atau mengumpulkan data pergerakan musuh. Menjanjikan memang, tapi konsorsium Skotlandia mengakui, masih perlu tujuh hingga delapan tahun ke depan sebelum teknologi itu dapat dijumpai di pasar. "Yang jelas, ini adalah sebuah evolusi dalam cara kita berpikir tentang penggunaan komputer," kata Arvind. Untuk saat ini, tantangannya masih berupa bagaimana merangkum seluruh perangkat pemerosesan dan komunikasi ke dalam ukuran yang mini dan membuatnya dapat saling bekerja sama. Barulah setelah itu, soal sumber tenaga. Sebuah baterai tentu saja tidak bisa terlalu besar. Pada gilirannya, ini menimbulkan pertanyaan berikutnya tentang seberapa panjang atau lama jaringan butiran komputer itu dapat bekerja. Kelompok di Berkeley menoleh pada energi getaran untuk mencari sumber tenaga bagi fuel cell, sedangkan konsorsium Speckled Computing berharap pada energi matahari.

Sumber : Koran Tempo

http://www.nano.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1133612696&1

Nanoteknologi, Peluang atau Pilihan?


Istilah "nanoteknologi" akhir-akhir ini begitu populer di masyarakat. Teknologi itu bahkan menjadi tren riset dunia, khususnya di negara-negara maju. Eropa dan Amerika merupakan pelopor dalam investasi riset di bidang teknologi tersebut, diikuti Australia, Kanada dan negara-negara Asia, seperti Jepang, Korea, Taiwan, RRC dan Singapura.

Alokasi dana riset untuk keseluruhan negara-negara di Asia dalam bidang nanoteknologi mencapai satu miliar dolar AS yang mendekati total investasi keseluruhan negara-negara Eropa. Amerika menginvestasikan sekitar dua pertiga dari jumlah tersebut, yang hanya lebih besar sedikit dari jumlah yang diinvestasikan Jepang.

Jika demikian besar jumlah dananya, dapat dikatakan riset di bidang nanoteknologi tentu sangatlah potensial. Dan, teknologi itu memiliki prospek yang cerah di kemudian hari.

"Namun perlu diingat, suatu teknologi memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Dampak-dampak tersebut selain berpengaruh pada segala sesuatu yang ada sebelum keberadaan teknologi itu, juga berpotensi untuk mengubah segala sesuatunya," kata Dr Rosari Saleh dari Lembaga Penelitian Universitas Indonesia (UI) dalam pidato ilmiahnya pada Dies Natalis UI ke-53, di kampus UI Depok, Sabtu (8/2).

Istilah nanoteknologi pertama kali dipopulerkan peneliti Jepang Norio Taniguchi pada tahun 1974 lalu. Nanoteknologi adalah teknologi yang mampu mengerjakan dengan ketepatan lebih kecil dari satu mikrometer (seperjuta meter). Pengertian yang terkandung dalam kata "nanoteknologi" yang berkembang saat ini lebih dari sekadar miniaturisasi dalam skala nanometer (sepermiliar meter), tetapi suatu istilah dari teknologi dengan aplikasi yang sangat luas melingkupi hampir di seluruh kehidupan manusia.

Kloning 

Suatu nanoteknologi yang hingga saat ini masih menimbulkan kontroversi di masyarakat adalah kloning dan modifikasi genetika. Aplikasi bioteknologi dalam bidang genomik pada awalnya ditujukan untuk memperoleh organisme yang identik demi kepentingan riset dan produksi, seperti tanaman pangan dan hewan riset. Modifikasi gen dilakukan dengan memanipulasi kode genetik tumbuhan dan hewan serta merekayasa sifat-sifat tertentu dari kedua makhluk hidup tersebut agar diperoleh organisme yang lebih baik.

"Pengaruh dan dampak yang timbul dari bioteknologi untuk bidang genomik adalah kepemilikan dan privasi atas hasil pendataan gen. Analisis DNA dapat menimbulkan masalah privasi dan pemantauan yang berlebihan terhadap data DNA yang digunakan dalam penyelidikan kasus kriminal, penolakan klaim asuransi dan diskriminasi pegawai. Karena itu, perlu diatur kebijakan yang mengatur penggunaan data DNA dalam asuransi dan kepegawaian," ucapnya.

Kemajuan dalam mengetahui kemampuan kognitif dan kesehatan manusia secara genetika membantu pendidikan dan program penyembuhan, tetapi dapat disalahgunakan untuk mendiskriminasi manusia dengan keterbatasan tertentu dan memperuncing permasalahan sosial. "Modifikasi terhadap organisme juga dapat mengarah pada pembuatan senjata biologi," katanya.

Sedangkan aplikasi dalam bidang biomedik, kata Dr Rosari Saleh, digunakan untuk menghasilkan jaringan dan organ organik maupun tiruan. Kemajuan dalam merekayasa dan memperbaiki jaringan dan organ digunakan untuk mengganti bagi tubuh manusia dalam usaha mengatasi masalah kesehatan. Aplikasi therapi sel untuk mengganti sel-sel yang rusak pada otak atau organ tubuh manusia yang lain dilakukan dengan menggunakan sel yang terdapat pada awal pembentukan embrio atau jaringan janin. "Tentu saja riset di bidang ini menimbulkan perdebatan moral dan etika," katanya.

Dampak global dari tren riset dunia tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung akan melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia akan berubah dengan pengaruh teknologi-teknologi tersebut dalam semua segi kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, lingkungan etika maupun moral, terlepas dari pilihan negara untuk memilih maupun tidak memilih berpartisipasi dalam teknologi-teknologi tersebut.

"Tidak hanya universitas maupun lembaga riset yang menjadi "pemain utama" dalam perencanaan dan pengembangan suatu teknologi. Ada "pemain" lain yang turut berperan, yaitu industri, pemerintah, investor dan end-user. Universitas maupun institusi riset mengemban tanggungjawab untuk memberi informasi yang tepat tentang arah dan kebijakan riset yang baik dan bermanfaat bagi kemajuan dan kemakmuran suatu negara," tegas doktor lulusan Jerman itu.

Pengkajian terhadap dampaknya, para pakar ilmu sosial humaniora berperan penting dalam memilih dan memilah aplikasi teknologi yang akan berkembangkan di Indonesia. Karena, di samping dampak-dampak yang bersifat umum, terdapat dampak yang bersifat khusus untuk suatu negara yang bergantung pada situasi, kondisi dan sumber daya negara tersebut. Hal itu sesuai dengan amandemen keempat UUD 1945 Pasal 31 ayat 5 yang menyatakan bahwa "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia."

"Dengan demikian jelaslah bahwa tidak semua teknologi, walaupun baik dan bermanfaat, dapat dikembangkan di Indonesia jika tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang masyarakat," tegas Rosari Saleh.

Sumber : Suara Karya Online

http://www.nano.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1120777163&1

Teknologi 3G, Antara Gengsi dan Fungsi

Cakrawalautamahp
PENGGUNAAN mobile device seperti handphone, PDA, MP3 player, dan lain-lain semakin luas di masyarakat. Mulai dari lapisan atas, menengah, hingga bawah. Sejalan dengan itu, perkembangan teknologi telekomunikasi juga kian canggih. Salah satunya adalah dalam bidang jaringan (network). Sekarang kita tengah memasuki teknologi telekomunikasi generasi ketiga atau sering disebut “3G”(third generation).

Dengan masuknya teknologi tersebut di tanah air akan muncul sebuah pertanyaan di benak kita, benarkah Indonesia memang memerlukan teknologi telekomunikasi canggih ini? Siapa saja yang perlu teknologi 3G? Berapa banyak jumlah mereka? Bagi operator sendiri, apakah pasar memang menguntungkan?

Kalau 3G hanya digunakan untuk berbicara, pasti jawabannya tidak perlu. Begitu pun jika digunakan hanya untuk menonton televisi di layar kecil, pasti jawabannya juga tidak perlu. Bahkan digunakan untuk mengakses e-mail pun– yang sekarang menjadi salah satu aktivitas kehidupan digital–pasti jawabannya juga tidak perlu. Jika hanya untuk kirim e-mail, kita bisa menggunakan Blackberry atau teknologi push e-mail lain yang menggunakan teknologi GPRS. Teknologi GPRS yang tersedia pun masih mubazir karena belum optimal digunakan oleh pengguna handphone. Boleh jadi karena untuk menggunakan fitur GPRS, pengguna harus melakukan setting yang sesuai dengan handphone yang dimilikinya. Tidak semua pelanggan provider mau direpotkan oleh berbagai hal tersebut. Kita juga jangan lupa dengan kemampuan handset (pesawat handphone) itu sendiri karena bagaimanapun spesifikasi handset sangat menentukan guna memanfaatkan jaringan GPRS secara maksimal

Selain masalah fungsionalitas, teknologi 3G masih berhadapan dengan persoalan ketersediaan handset yang belum banyak tersedia dan harganya pun relatif mahal. Untuk harga handset termurah, harus merogoh kocek sekira 400 dolar AS. Makanya teknologi ini dikenal sebagai teknologi mahal. Masih banyak masalah lain di luar teknologi yang harus dipersiapkan sebelum kita menggelar teknologi 3G.

W-CDMA

Bagi awam mungkin masih buta dengan istilah 3G (baca “triji”). Lalu seperti apakah teknologi 3G itu? Teknologi 3G merupakan tahap lanjutan dari teknologi telekomunikasi seluler yang ada saat ini. Dengan teknologi ini, pengguna handphone dapat berbicara, melakukan transmisi data dengan lebih cepat sehingga layanan-layanan seperti video streaming bisa ditransmisikan antar-handphone atau PDA. Teknologi ini beroperasi pada frekuensi 1.900 MHz - 2.100 MHz. Sementara itu, perangkat handphone 3G yang sudah beredar di Indonesia ditandai dengan frekuensi kerja 2,1 GHz sebagai jalur downlink. Ini sesuai dengan frekuensi kerja jaringan 3G yang menggunakan teknologi W-CDMA (wideband CDMA) yang pertama kali digunakan di Jepang.

Sekarang ini terminal 3G bukan hanya peranti handphone (yang sudah mendukung 3G), tapi juga PDA, serta peranti yang dilengkapi PC card ataupun 3G modem. Ada komitmen produsen laptop untuk menaruh fitur (yang men-support) 3G pada produknya, contohnya pada Dell dan Sony (Vaio).

Bukan tanpa saingan

Perkembangan teknologi telekomunikasi tidak pernah berhenti bergerak. Belum lagi jaringan telekomunikasi bergerak menuntaskan masalah jaringan mobile generasi ketiga atau 3G, sekarang akan segera lahir jaringan generasi keempat (4G). Sulit dibayangkan seperti apa kecepatan dan layanan apa yang akan didapat dari jaringan 4G ini.

Upaya melahirkan teknologi nirkabel ini bagaimanapun secara dahsyat akan mengubah gaya hidup manusia mendatang. Lagi pula wajah dunia akan dibuat semakin terbuka karena komunikasi multimedia semakin mudah dilakukan dari mana pun jika jaringan nirkabel berkecepatan tinggi sudah merata.

Belum lagi kehadiran teknologi nirkabel baru lainnya seperti Wimax maupun B-GAN (Broadband Global Area Network) mengandalkan teknologi satelit menyediakan akses kecepatan tinggi wireless broadband, teknologi 3G yang belum matang menjadi tidak berguna seperti halnya EDGE yang sudah tersedia, tetapi tidak memiliki momentum untuk lepas landas.

Dalam keadaan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia seperti sekarang ini, teknologi 3G pasti tidak perlu, dan menjadi terlalu mahal kalau hanya digunakan supaya tidak dikatakan ketinggalan (zaman) teknologi. Bahkan, orang awam pun akan mengernyitkan dahi dan bertanya, Apa itu 3G?(Toni Irawan/berbagai sumber)***

taken from:http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/042006/13/cakrawala/utama01.htm

[26/6/2006] Wukill, Manfaatkan Celah Lama Windows

Anda mungkin baru mendengar nama virus yang satu ini. Tapi, itu bukan berarti virus ini tidak “terkenal” seperti layaknya Brontok. Virus ini hampir selalu berhasil menduduki peringkat 10 besar Asia dalam tingkat penyebarannya. Penasaran kan?

Virus lama belum tentu kalah dengan virus baru. Wukill contohnya, virus yang dikenal juga dengan nama Rays ini, pada salah satu situs yang menyediakan informasi statistik penyebaran virus di seluruh dunia, Wukill hampir selalu mendapatkan peringkat 10 besar di wilayah Asia, bahkan terkadang bisa masuk peringkat tiga besar. Tapi tentunya, ini masih di bawah Brontok yang hampir rata-rata selalu menjadi peringkat pertama dalam tingkat penyebaran virus di Asia, bahkan terkadang masuk tiga besar dunia.

Menurut pantauan kami, Wukill yang berasal dari negeri China ini memang sudah banyak menyebar luas di masyarakat. Virus ini diprogram menggunakan bahasa Visual Basic 6.0, tanpa di-compress ataupun dienkripsi. Pada sampel yang kami punya, virus ini memiliki ukuran file sebesar 49.152 bytes.

Penampilan
Virus ini menggunakan icon folder sebagai icon utama dari program virus. Anda semua pasti sudah tahu maksudnya. Ya, social engineering yang digunakan untuk mengelabui sang user. Ini juga yang dilakukan oleh virus-virus baru, khusunya virus local yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya bermunculan, yang rata-rata menggunakan icon folder sebagai kamufl ase. Namun, apabila Wukill berjalan pada operating system selain Windows 9x, Windows XP misalnya, jika dilihat secara saksama maka akan terlihat perbedaan antara icon folder yang dimiliki virus dengan icon folder yang asli. Tentunya ini akan membuat si user curiga.

Apabila Anda mengeksekusi virus ini, ia akan menampilkan error message yang menyatakan kalau file yang Anda eksekusi tersebut rusak atau damage. Sebenarnya ini hanya “akal-akalan” sang virus, karena sebetulnya ia sudah menetap di memory.

Teknik Penyebaran
Wukill akan memeriksa apakah disket pada drive A: dapat diakses, kalau ya maka virus akan segera meng-copy-kan dirinya sendiri ke disket tersebut menggunakan nama Winfi le.exe. Tidak hanya itu, virus juga akan mencoba untuk meng-copy-kan dirinya ke setiap drive harddisk, flashdisk, ataupun media penyimpan data lainnya. Wukill juga dapat menyebar melalui sharing folder dan e-mail.

Pada saat aktif di memory, virus ini akan selalu memonitor kegiatan Anda pada Windows Explorer dan biasanya akan meng-copykan dirinya pada direktori yang sedang aktif. Pada sampel virus Wukill yang kami punya, ia juga akan membuat dua buah file tambahan, yakni berupa file dengan nama ‘desktop.ini’ dan ‘comment.htt’ dengan attribut hidden dan system. File tersebut berguna apabila sang user membuka sebuah folder yang dishare pada komputer remote, maka dengan otomatis virus akan meng-copy-kan dirinya sendiri ke komputer tersebut.

Ini bisa dilakukan sang virus karena ia telah mengeksploitasi celah dari Microsoft VM ActiveX Component dengan menggunakan file comment.htt yang dibuatnya tadi. Inilah mengapa sebabnya virus ini baru dapat berjalan optimal pada Windows 9x, karena pada Windows yang lebih baru, celah tersebut sudah diperbaiki oleh Microsoft. Namun, hal tersebut tidak membuat virus ini berkecil hati karena buktinya ia masih dapat menyebar dengan luas. Pada beberapa antivirus, file comment.htt ini juga terdeteksi sebagai virus VBS.Starter.

Seperti yang tadi dikatakan, bahwa Wukill juga akan menyebarkan dirinya melalui email. Virus akan membaca semua e-mail address yang ada pada Address Book Microsoft Outlook, lalu mengirimkan dirinya ke e-mail tersebut. Anda harus berhati-hati apabila menerima e-mail dengan attachment ‘MShelp.EXE’, karena siapa tahu Anda sedang dikirimi virus Wukill.

Bagaimana Ia Menginfeksi?
Pada saat kali pertama virus dieksekusi, ia akan membuat sebuah file induk yang ditanam pada direktori Windows dengan nama MsTray.exe. Lalu, ia akan membuat file tersebut agar otomatis dieksekusi pada saat start Windows dengan melakukan perubahan pada registry, yaitu pada key HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, dengan name value RavTimeXP, maka virus akan selalu aktif di memory.

Tak hanya itu, Wukill juga melakukan beberapa perubahan lagi pada registry untuk memperlemah sistem dari Windows, agar virus dapat dengan lancar menginfeksi  computer tersebut. Sepertinya virus ini masih berbaik hati, karena Task Manager, Regedit, ataupun MsConfig masih bisa kita akses, karena tidak diblok oleh sang virus.

Cerdik dan Jahil
Satu hal yang sangat menarik dari virus ini adalah file induknya akan selalu berubahubah. Contohnya apabila pada saat start windows, virus dijalankan dari C:\Windows\MsTray.exe. Lalu saat sang user melakukan eksplorasi dengan Windows Explorer ke direktori C:\Windows, otomatis pada title bar akan berisi “C:\Windows”, maka dari sini virus mengetahui bahwa direktori tempat file induk virus tersebut sama dengan direktori yang sedang dieksplorasi oleh user.

Selanjutnya untuk menghindari dari “kejaran” sang user, virus akan menghapus dirinya pada direktori tersebut, lalu membuat file induk lagi dengan nama dan direktori random yang biasanya ia ciptakan pada subdirektori system, web, fonts, temp, help, atau pada root direktori Windows. Lalu dari sini ia akan mengubah registry run value yang telah ia buat sebelumnya agar mengarahkan kepada nama file induk yang baru.

Disinilah terbukti betapa bergunanya perubahan registry untuk selalu menampilkan full path pada title bar Windows Explorer bagi sang virus. Tak hanya cerdik, virus ini pun sedikit jahil, yakni akan terus menerus mengcopykan string “Hello!” ke clipboard Windows. Akibatnya, setiap kali kita akan melakukan paste terhadap string yang kita copy, yang muncul bukan string yang di-copy-kan, tapi string yang dibuat oleh sang virus yakni ‘Hello!’.

Membasmi Wukill
Pembasmian virus Wukill secara manual sepertinya masih bisa dilakukan. Karena virus ini dibuat menggunakan Visual Basic 6.0, kita bisa saja membuat virus ini crash, yakni dengan cara me-rename sementara file Visual Basic Run Time Library, yang biasanya terdapat dalam folder system Windows dengan nama MSVBVM60.DLL. Hanya saja tidak hanya virusnya yang mati, tapi semua program yang dibuat menggunakan bahasa Visual Basic 6.0 tidak akan dapat berjalan. Tapi sebenarnya, Anda tidak perlu repot karena kami tim PC Media Antivirus telah meng-update database dari PC Media Antivirus, agar dapat mengenali dan membasmi virus ini secara tuntas dan akurat hingga 100%.

PCMAV RC3 edisi lalu, pada bebe rapa komputer tidak dapat berjalan dengan sempurna, ini bisa diakibatkan karena terjadi bentrok dengan program lain yang sedang running, misalnya real-time-protection dari antivirus lain. Untuk itu, pada RC4 kali ini kami telah memperbaikinya agar dapat berjalan dengan baik.

Arief Prabowo

Taken from: http://www.pcmedia.co.id/

[7/7/2006] Next Generation Network dengan Metro Ethernet

Dunia telekomunikasi dan penggunaannya kini sudah tidak lagi didominasi oleh jalur-jalur komunikasi suara, porsinya sudah saling berbagi dengan jalur komunikasi data. Semakin lama pembagian ini semakin samar karena semuanya sudah menyatu mejadi sebuah jaringan generasi berikutnya atau Next Generation Network.

Jika Anda perhatikan dengan saksama, dunia telekomunikasi baik di Indonesia maupun di dunia terus-menerus berevolusi. Ada yang berjalan secara perlahan-lahan tetapi pasti, namun ada juga di belahan dunia lain yang terjadi dengan sangat cepat dan signifykan. Selama beberapa dekade belakangan, dunia telekomunikasi baik telekomunikasi suara maupun data mengalami perkembangan yang luar biasa.

Mungkin dua puluh tahun lalu, tidak banyak orang yang bisa bertelepon ria dengan mudah dan murah seperti sekarang, apalagi ber-Internet. Dulu jangankan jaringan data, jaringan telepon pun belum bisa dinikmati oleh banyak orang. Hanya di lokasi-lokasi tertentu saja yang sudah dijangkau sambungan telepon. Untuk berhubungan dengan dunia internasional, Anda harus merogoh kocek yang tidak main-main hanya untuk mengucapkan beberapa patah kata saja. Komunikasi lain yang lebih murah adalah dengan dengan menulis surat di atas selembar kertas, dan komunikasi jenis ini bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk terjadi. Betapa sulitnya berkomunikasi pada waktu itu.

Belakangan, jaringan telepon yang membawa sinyal-sinyal suara sudah mulai banyak menjangkau masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin murah pembangunannya, jaringan telepon mulai menjamur di berbagai daerah. Saat itu masyarakat tidak lagi kesulitan untuk berkomunikasi dalam bentuk suara. Di rumah, di kantor, di tempat-tempat umum sudah cukup mudah untuk mendapatkan koneksi telepon.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, berkembang pula kebutuhan akan sarana komunikasi. Para pengguna tidak puas hanya berkomunikasi suara dan faks, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan komunikasi pada waktu itu. Gambar dan suara serta teks yang panjanglah yang menjadi titik penting dan kebutuhan informasi saat itu. Gambar suara dan teks tersebut juga harus dapat dikirimkan dengan cepat dan akurat ke berbagai tujuan, hingga akhirnya dapat menjangkau ke seluruh penjuru dunia. Saat inilah era Internet dan komunikasi data melonjak permintaannya dan menjadi booming untuk memenuhi kebutuhan komunikasi seperti itu.

Demi memenuhi kebutuhan tersebut teknologi komunikasi data mulai dikembangkan oleh banyak pihak. Pada awalnya, dan hingga kini pun di beberapa tempat, komunikasi data turut ditumpangkan pada infrastruktur komunikasi suara yang sudah eksis sejak lama. Seperti contohnya teknologi komunikasi data melalui dial-up dan ISDN, masih menggunakan media kabel telepon untuk ditumpangi data Anda yang ingin lalu-lalang. Kecepatan untuk transportasi data dengan menggunakan media ini tidaklah masalah pada awalnya.

Namun seiring berjalannya waktu, media ini juga sudah tidak mencukupi lagi. Kebutuhan akan komunikasi meningkat pesat, sepesat perkembangan teknologi pendukung lainnya. Perangkat video conference, perangkat telepon IP atau perangkat VoIP, video streaming, ukuran data yang semakin besar, dan banyak lagi perkembangan komunikasi membuat infrastruktur dan servis-servis yang tersedia tidak mencukupi lagi.

Dunia semakin membutuhkan komunikasi yang cepat dan tepat, namun tidak harus menjadi repot dan mahal. Semua jenis komunikasi dapat dibawa dalam satu media pembawa, tidak peduli apakah itu suara, video, teks, grafik, data, dan lainnya (kebutuhan seperti ini sering disebut dengan istilah Triple Play). Media yang mampu melayani kebutuhan seperti inilah yang disebut Next Generation Network atau sering disingkat NGN.

Untuk menjawab kebutuhan Triple Play tersebut, para perangcang teknologi komunikasi telah menciptakan berbagai teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Aplikasi Next Generation Network sangat membutuhkan sebuah jaringan yang dapat dilewati data dalam jumlah yang sangat besar, dapat melakukan transfer data dengan sangat cepat, lebih kebal terhadap masalah-masalah komunikasi, dan yang terpenting haruslah murah dan mudah dalam implementasinya.

Salah satu teknologi yang mampu melayani kebutuhan ini adalah teknologi Metro Ethernet. Namun sebelum masuk lebih dalam mengenai teknologi Metro Ethernet, ada baiknya kita menilik dulu seperti apa sih NGN yang mampu mendukung Triple Play.

Apakah Triple Play?
Triple Play atau yang secara harafiahnya dapat diartikan sebagai “tiga permainan” sebenarnya merupakan julukan bagi kebutuhan para pengguna teknologi komunikasi akan jalur komunikasi data yang cepat, lebar, dan dapat memainkan berbagai macam peranan bagi mereka. Triple Play merupakan bentuk kebutuhan akan komunikasi yang sangat tinggi. Kebutuhan komunikasi yang tinggi ini adalah komunikasi yang melibatkan komunikasi bentuk data, suara, dan video. Semua harus dapat bekerja dan berkonvergensi antara sesamanya dan yang terpenting semua itu harus dapat difasilitasi oleh satu service saja.

Secara sederhana, Triple Play adalah sebuah kebutuhan akan komunikasi yang komplit mulai dari data, suara, dan video yang dapat Anda rasakan hanya dengan berlangganan satu jenis media koneksi saja. Misalnya Anda hanya berlangganan TV Cable saja, namun apabila jaringan provider-nya telah mendukung Triple Play, maka melalui satu service ini
Anda dapat juga menikmati komunikasi data baik lewat Internet maupun lokal, dapat juga bertelepon ria lewat TV Cable ini, dan dapat juga melakukan video converence atau menonton film yang Anda beli dari servis Video on Demand. Semua itu hanya melewati satu servis saja, namun kecepatan transfer dan lebarnya bandwidth telah mencukupi untuk semua itu.

Adanya kebutuhan Triple play ini akhirnya mendorong para produsen perangkat jaringan
dan penyedia jasa membuat sebuah teknologi baru yang mampu mendukung kebutuhan tersebut. Teknologi-teknologi pendukung Triple play inilah yang nantinya akan disebut sebagai Next Generation Network (NGN).

Kebutuhan Teknologi Apakah yang Mampu Mendukung Triple Play?
Teknologi yang mendukung kebutuhan Triple Play memang saat ini sedang berkembang pesat. Mulai dari teknologi media fisiknya hingga ke teknologi logika yang mengatur lalu-lintas datanya semua sedang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Namun sebelum lebih jauh menilik teknologi pendukung Triple Play, ada baiknya Anda mengetahui dulu spesifikasi atau kebutuhan seperti apa yang dapat mendukung servisservis yang berjalan di atas teknologi Triple Play.

1. Aplikasi Video
Untuk menghantarkan komunikasi yang berupa informasi video, sebuah jaringan Triple play haruslah memenuhi spesifikasi sebagai berikut :
- Tingkat delay yang sangat rendah.
- Gangguan jitter (variasi delay) yang sangatrendah.
- Tingkat data loss yang sangat rendah.
- Dapat menyediakan bandwidth yang sangattinggi untuk setiap pelanggannya.
- Mekanisme Broadcast, Multicast, dan Unicast yang efi sien dan aman dari gangguan.
- Mampu dikembangkan untuk keperluan Video on Demand di masa mendatang.
- Proteksi gangguan fi sik di bawah 50 milisecond.

2. Aplikasi Suara
Aplikasi suara sama sensitifnya dengan aplikasi video seperti yang telah dijelaskan di  atas. Untuk itu, spesifi kasi jaringan yang dapat mendukung servis ini dengan lancar hampir-hampir sama dengan yang dibutuhkan oleh video, namun tingkat urgensinya lebih kecil ketimbang aplikasi video:
- Tingkat gangguan delay, jitter, dan lossyang rendah.
- Proteksi gangguan fisik di bawah 50 milisecond.

3. Aplikasi High Speed Internet
Untuk memenuhi kebutuhan ber-Internet dengan kecepatan yang tinggi dan memuaskan, jaringan Triple Play harus memiliki kemampuan yang cukup berbeda dari kedua aplikasi di atas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut berikut ini adalah spesifi kasinya:
- Dapat menjamin dan menggaransi bandwidthyang diberikan untuk Internet bagi semua pelanggan servis ini.
- Memiliki kemampuan untuk memberikan “burst bandwidth” untuk menangani masalah kekurangan bandwidth pada saatsaat tertentu ketika sangat dibutuhkan.
- Memiliki kemampuan berinteraksi dan berkolaborasi dengan media-media lain yang berbeda-beda jenis dan berinteraksi dengan perangkat jaringan pendukungnya seperti router, modem, switch, dan banyak lagi.

4. Aplikasi Bisnis Service Integration
Jaringan Triple Play juga bukannya tidak mungkin untuk digunakan dalam melayani komunikasi dalam dunia bisnis seperti komunikasi data pada sebuah bank, stasiun TV, operator telepon, dan banyak lagi. Para pengguna jenis ini tentu akan sangat bergantung dari fasilitas dan kehebatan yang ditawarkan oleh jaringan Triple Play untuk mendukung bisnisnya.

Tipikal dari komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis ini seperti komunikasi suara melalui VoIP, back-up database dalam jumlah besar, video converence, Internet, dan banyak lagi. Untuk memenuhi kebutuhan seperti ini, jaringan Triple Play harus memenuhi spesifikasi:
- Bandwidth yang dapat digaransi untuk setiap penggunanya agar aplikasi-aplikasi bisnisnya dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan dari masalah bandwidth. Gangguan paket loss yang rendah dalam media fisiknya.
- Proteksi gangguan fisik yang tidak lebih dari 50 milisecond.

Taken from: http://www.pcmedia.co.id/

my worlds starts here!

HeLLow,,

I’m starting my new blogs now,,,

enJoY iT…